Kenalan Yuks

Nama saya Verani Febriyanti

My Family

follow IG ku ya di @verani84 dan youtube channel di veranioke

Fadil.I.P

Follow IG ku ya di @fadil_kanaya_miftah dan youtube channel ku di veranioke

Kanaya.R.A

Follow IG ku ya di @fadil_kanaya_miftah dan youtube channel ku di veranioke

Miftah.A.A

Follow IG ku ya di @fadil_kanaya_miftah dan youtube channel ku di veranioke

Tampilkan postingan dengan label parenting. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label parenting. Tampilkan semua postingan

Senin, 15 Agustus 2016

Ciri bonyok protektif nich bray

Apakah Kamu Tipe Orangtua yang Terlalu Protektif? Cek Di Sini Ya!

Dunia Ibu » Update  •   FimelaFamily Editor
Banyak orangtua menerapkan pola asuh yang terlalu protektif. Padahal sikap terlalu melindungi anak bisa berdampak negatif. Apa ciri orangtua yang terlalu protektif?

Orangtua pastinya ingin memberikan yang terbaik untuk anak. Tetapi, kadang kala bentuk dari rasa sayang orangtua membuat anak tidak mandiri dan bahkan sulit bersosialisasi karena, kamu terlalu menjaga dan melindungi anak.  Kamu tidak ingin anak terjatuh dan mencoba hal baru karena takut mencelakai anak. Sifat terlalu protektif terhadap anak sebaiknya dihindari ya, Bu! Berikut ciri orangtua dengan pola asuh terlalu protektif kepada anak.


Selalu Resah Dengan Kebersihan
Sebuah iklan produk rumah tangga sedang giat melakukan kampanye bahwa kotor itu tidak selalu negatif. Apakah kamu setuju? Kalau kamu mengatakan tidak kamu termasuk orangtua yang terlalu protektif. Karena salah satu ciri terlalu protektif kepada anak yaitu orangtua yang selalu risau tentang kebersihan anak.
Padahal, kalau kamu memberikan kesempatan pada anak untuk mengenal kotor, seperti bermain lumpur, bercocok tanam bisa merangsang anak lebih cerdas. Karena anak jadi tahu banyak hal. Jangan kuatir anak mudah sakit, sebab kekebalan tubuh anak bukan terbentuk dari perilaku kamu yang sangat ketat menjaga anak agar selalu bersih. Saran untuk kamu menjaga kesehatan anak adalah dengan menerapkan kebiasaan mencuci tangan usai bermain.



Terlalu Banyak Membantu Anak
Apakah kamu tipe orangtua yang selalu membantu anak ketika mengerjakan sesuatu? Jika iya, maka kamu termasuk orangtua yang terlalu melindungi anak. Setiap kali anak mengalami kesulitan, misal, ketika anak sulit memasangkan tali sepatu, tanpa diminta oleh anak kamu segera membantunya. Bahkan ironisnya, kamu malah menyelesaikan tugas anak.
Padahal hal tersebut tidak baik karena anak tidak belajar untuk mencari solusi dari masalah yang dihadapi. Anak menjadi manja karena berpikir kamu selalu siap membantu kapan saja. Anak tidak tumbuh menjadi karakter yang mandiri. Bahkan kebiasaan terlalu sering membantu anak, membuat anak tidak belajar tentang rasa tanggung jawab.
Saran untuk kamu, sebaiknya kamu memberikan kesempatan untuk anak berusaha melakukan. Jika anak terlihat kesulitan, kamu bisa mengarahkan untuk mencari solusi bukan dengan langsung membantu menyelesaikan tantangan yang seharusnya dilalui anak.



Kebiasaan Memuji Anak
Memuji anak memang baik, tetapi kalau kamu selalu memuji malah bisa berdampak negatif lho. Kebanyakan orangtua yang terlalu protektif kerap memuji anak dengan memasang kacamata kuda yang hanya berprinsip anak harus selalu diberikan pujian.
Terlalu memuji anak dan memberikan perhatian berlebihan akan membentuk anak yang tidak sensitif. Anak tidak belajar tentang kompetisi, karena setiap hal yang dikerjakan selalu mendapatkan pujian. Orangtua yang selalu memberikan pujian, bisa membuat anak sulit menerima kritikan. Sebaiknya, berikan pujian yang sewajarnya jangan berlebihan. Hal ini dilakukan untuk membekali anak ketika di bangku sekolah anak siap menerima kritikan dari guru atau teman bermainnya dan berusaha lebih baik lagi.



Terlalu Banyak Mengatakan Kata "Jangan"
Bu, coba cek dalam satu hari, berapa kali kamu mengatakan kata "jangan" kepada anak? Meski tujuan kamu baik dengan sering melarang anak melakukan ini dan itu tetapi kata "jangan" membuat anak tidak percaya diri. Kebebasan anak bereksperimen menjadi terbatas dan secara tidak langsung kamu sudah membatasi anak untuk mengembangkan rasa ingin tahunya.
Tips untukmu, biarkan anak mengekpslorasi kemampuannya, mulai dari berlari, memanjat, melompat tapi tentu dengan pengawasan. Ini akan lebih efektif bagi anak dibandingkan kamu selalu mengucapkan kata "jangan". Ingat balitamu mengalami tumbuh kembang dan bukan bayi yang selalu harus dilindungi dan dijaga sepanjang hari. Kamu juga bisa memberikan pengertian kepada anak, ketika merasa perlu melarang anak melakukan sesuatu yang bisa membahayakannya.








Minggu, 31 Juli 2016

Sebelum dan sesudah menikah ngocol bray


Subject: Before Marriage and After Marriage FUN !!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!


This is funny.... 



pic from lifestyle.liputan6.com


Sebelum menikah...

Suami: Ya. Akhirnya. Cepet banget jawabnya.

Istri: Kamu mau aku pergi?
Suami: Tidak! Jangan pernah terpikir oleh mu.
Istri: Apakah kamu mencintai saya?
Suami: Tentu! Selalu dan selalu!
Istri: Apakah kamu pernah selingkuh dari ku?
Suami: Tidak! Kenapa kamu bertanya seperti itu?
Istri: Apakah kamu mau mencium ku?
Suami: Setiap ada kesempatan.
Istri: Apakah kamu akan memukul ku?
Suami: Tidak akan pernah!
Istri: Bisakah saya mempercayai mu?
Suami: Ya sayang
Istri: Oh suami ku!


Before marriage....

He: Yes. At last. It was so hard to wait.
She: Do you want me to leave?
He: No! Don't even think about it.
She: Do you love me?
He: Of course! Over and over!
She: Have you ever cheated on me?
He: No! Why are you even asking?
She: Will you kiss me?
He: Every chance I get.
She: Will you hit me?
He: Are you crazy! I'm not that kind of person!
She: Can I trust you?
He: Yes.
She: Darling!



Setelah menikah...
Mudah saja, baca aja dari bawah ke atas.


After marriage....
Simply read from bottom to top.

 

Sabtu, 30 Juli 2016

Tipsnya anak perempuan yang terdidik arif & bijaksana dari A to Z.

MENDIDIK ANAK WANITA (TIPS PARENTING)

by : bendri jaisyurrahman (twitter : @ajobendri)

1| Berbahagialah orangtua yg dikaruniakan anak wanita sebab Rasulullah telah menjamin baginya surga jika sabar dan sukses mendidiknya

2| Barangsiapa yg diuji dengan memiliki anak wanita, lalu ia asuh mereka dengan baik, maka anak itu akan menjadi penghalangnya dari api neraka (HR.Bukhari)

3| Sebagian orangtua menganggap remeh mendidik anak wanita, bahkan lebih mengunggulkan anak laki. Padahal wanita adalah tiang peradaban dunia

4| Itulah kenapa, jika gagal mendidik anak wanita berarti kita telah memutus kebaikan untuk generasi masa depan

5| Gagal mendidik anak wanita berarti kelak kita akan kekurangan #ibubaik di masa depan. Dan ujung-ujungnya rusaklah masyarakat

6| Ajarilah anak wanita kita akan keutamaan menjaga kesucian diri bukan sekedar menjaga keperawanan. Suci dan perawan itu beda !

7| Perawan terkait dengan faktor fisik, dimana selaput dara tidak robek. Sementara suci terkait dgn faktor akhlak dan sikap

8 | Banyak wanita yang bisa jadi masih perawan tapi tidak suci. Ia membiarkan badannya disentuh, bibirnya dikecup lelaki lain, asal tidak bersetubuh

9| Sementara banyak juga wanita yg tidak perawan atas sebab kecelakaan, terjatuh, tapi masih suci. Sebab ia tak biarkan lelaki lain menyentuhnya

10| Quran memberikan gelar wanita terbaik kepada Maryam tersebab ia selalu menjaga kesucian dirinya dalam kata, sikap dan tingkah laku

11| Maryam tak sembarang gaul dengan lelaki asing. Maka, saat ia dinyatakan hamil, ia tetap suci di mata Allah

12| Demikian pula dengan Bunda Khadijah, istri rasulullah yg tidak lagi perawan tapi digelari ‘Ath Thohirah’ atau wanita suci

13| Dari rahim wanita suci kelak muncul generasi berkualitas. Nabi Isa adalah bukti keberkahan dari wanita yg menjaga kesuciannya

14| Maka, tugas utama ortu yang memiliki anak wanita adalah mengingatkan pentingnya kesucian bukan sekedar keperawanan

15| Ajarkan anak wanita utk bersikap sepatutnya terhadap lelaki asing atau yg bukan mahram. Ramah boleh tapi tetap jaga kemuliaan diri

16| Saat anak wanita belum baligh atau masih anak2, ajarkan ia utk membedakan 3 jenis sentuhan : pantas, meragukan dan haram

17| Sentuhan pantas itu muaranya kasih sayang. Ini dilakukan oleh orang lain kepada anak wanita yg belum baligh di bagian sekitar kepala dan pundak

18| Sentuhan yg meragukan. Yakni antara kasing sayang versus nafsu. Biasanya berpindah-pindah tempat. Dari kepala turun ke bahu trus ke pinggang

19| Jika sudah melewati batas bahu, yakni ke pinggang, atau ke perut, ajarkan anak utk menolak dgn kalimat “Aku gak suka ah”

20| Terakhir, sentuhan haram yakni di wilayah sekitar kemaluan dan buah dada. Ajarkan anak kemampuan utk menolak dan menghindar

21| Dengan mengajari anak wanita kita tentang sentuhan, mengajarkan juga kepada mereka tentang berharganya tubuh mereka. Tidak sembarangan disentuh

22| Selain itu, ajarkan juga kepada anak wanita kita tentang siapa itu saudara, sahabat, kenalan dan orang asing. Sikapi dgn beda

23| Buat anak wanita tidak membutuhkan sosok lelaki lain yg jadi ‘pahlawan’ nya selain ayah, kakek dan kakak kandungnya

24| Saat mereka tumbuh remaja, tak jual murah dirinya demi dicintai lelaki lain. Sebab sudah ada sosok lelaki idola dalam hidupnya, khususnya ayahnya

25| Sebagian besar remaja wanita yg memutuskan untuk pacaran, karena tak punya lelaki idola di rumahnya sebagai tempat berbagi

26| Dengan ayah dan kakak kandung tidak akrab. Sehingga ia membutuhkan figur lelaki lain. Akhirnya, perlahan kesuciannya pudar. Jadilah mereka anak cabe-cabean

27| Itulah kenapa AYAH perlu hadir dalam jiwa anak wanita sedari dini. Harus ada ikatan batin di antara mrk agar anak wanita tak cari idola lain

28| Ayah harus sering berkomunikasi dengann anak wanita nya saat dalam kandungan. Saat lahir, anak mengenali suara ayahnya pertama kali yg didengar

29| Saat lahir, jadikan wajah AYAH lebih banyak discan dalam memori anak. Hadirkan ekspresi saat menggendong anak

30| Ikatan batin antara ayah dan anak wanita ini memberi pengaruh saat anak tumbuh dewasa dan mengalami persoalan hidup

31| Saat anak wanita mulai jatuh cinta, ia akan jadikan AYAH sebagai mentor cintanya. Tak ingin ditipu lelaki buaya. Nasehat ayah jadi panduan

32| Saat anak wanita siap menikah, ia mencari sosok lelaki yg seperti ayahnya. Atau setidaknya pilihan ayahnya

33| Bahkan saat anak wanita menjalani gonjang ganjing pernikahan. Ia tak butuh lelaki lain sebagai tempat curhat. Ayahnya lah yg jadi labuhan

34| Peran ayah dalam menjaga kesucian anak wanita amatlah vital. Rusaknya moral anak wanita saat ini salah satunya karena ketidakterlibatan ayah dalam mengasuh

35| Karena itu, ajaklah para ayah agar terlibat dalam pengasuhan. Tak cuma sekedar cari nafkah. Tapi peduli akan anaknya khususnya yg wanita

36| Semoga anak wanita di negeri ini selalu jaga kesuciannya sehingga lahir generasi yg diberkahi

Jumat, 29 Juli 2016

Tipsnya kyoiku mama

Sharingan dari teman di facebook (maaf saya lupa namanya)

” Di Jepang ada namanya “kyoiku mama” (ibu pendidikan) para ibu di Jepang rata-rata tidak bekerja,mereka mendidik dan mengurusi anak2 mereka mulai dari bangun, berangkat-pulang sekolah, kursus, les, sampai tidur lagi, semuanya di bawah didikan sang ibu.

Para kyoiku mama ini menanamkan kesopanan, kebersihan pada anak mereka, rata2 mereka lulusan S1/S2. Mereka sekolah tinggi bukan untuk berkarier tapi “mendidik anak” itulah karier mereka yang tertinggi.

Dan kemajuan ekonomi Jepang adalah karena ditopang oleh kyoiku mama ini makanya tidak heran kalau orang Jepang itu disiplin, etos kerja tinggi, menjaga kebersihan itu semua hasil didikan para kyoiku mama, sehingga sekolah hanya untuk menstransfer ilmu saja.

Sementara “Ryousai kenbo” adalah slogan yang kembali digalakkan pemerintah Jepang, istilah ini muncul di jaman restorasi Meiji dan banyak dianut keluarga Jepang untuk mewujudkan keluarga harmonis ideal.

Ryousai: istri yg baik
Kenbo: ibu yang bijaksana

Intinya menyerukan bahwa wanita mempunyai peran terhormat sebagai istri yang baik dan bijaksana, pembagian peran alami sesuai fitrah antara perempuan dan laki laki.

Peran perempuan sebagai menteri dalam negeri dan motivator domestik rumah tangganya dan peran lelaki jadi menteri luar negri keluarganya sebagai motivator logistik dan publik.

Di Jepang peran ini kembali digalakkan karena sekarang perempuan memilih melajang menjadi wanita karier sehingga presentasi pertumbuhan penduduk muda usia produktif di negara mereka menurun.

Tentu saja kasus kekerasan remaja dan bunuh diri di Jepang pada usia sekolah terus bertambah karena tidak terpenuhinya kualitas hubungan ibu dan anak yang menunjang pertumbuhan emosi anak.

Jadi wajar pemerintahan Jepang sangat memberi tempat terhormat pada peranan ibu rumah tangga yang berkualitas, karena kemajuan bangsanya kelak pun tetap ditopang oleh kualitas ibu-ibu rumah tangganya sebagai pembentuk kualitas karakteranak anak mereka.

Sungguh luar biasa, “ibu rumah tangga adalah profesi idaman” di Jepang.

Bagaimana dg kita? share yukk kepada teman-teman kamu yang wanita betapa bangga nya menjadi seorang wanita”

dan ibu mereka betapa mulianya bila anak mereka menjadi ibu rumah tangga

Ugh… Kenyataannya yg gw alami,menjadi “kyoiku mama” gak mudah,banyak sekali yg menetang dan meremehkan,hal ini bukan datang dari orang luar melain kan dari keluarga gw sendiri, biarlah waktu yg bisa membuktikan bahwa pilihan gw ini benar,gw hanya bisa berdo’a agar mereka yg tidak suka di buka kan pintu hati n pikirannya… Ammiinn ya rabbal alamin…